Sabda Rosululloh S.A.W yang
bermaksud:
Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas sewaktu sakit
sehingga dia meninggal dunia, maka dia tidak akan membusuk di dalam kuburnya,
akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para malaikat akan membawanya
dengan sayap mereka melintasi titian shirotul-mustaqim lalu menuju ke surga.
(Demikian diterangkan dalam Tadzkirotul Qurthuby).
Rosululloh SAW pernah bertanya sebuah teka-teki kepada
umatnya Siapakah antara kalian yang dapat mengkhatamkan Al-Qur an dalam jangka masa
singkat (dua-tiga menit)?
Tiada seorang dari sahabatnya yang menjawab. Malah
Sayyidina ‘Umar bin Khattab r.a. (Rodliyallohu ‘anhu) telah mengatakan bahwa mustahil
untuk mengkhatamkan Al-Qur an begitu cepat. Kemudian Sayyidina ‘Ali bin
Abi Tholib k.w. mengangkat tangannya, menyatakan kesanggupan. Sayyidina 'Umar
berkata kepada Sayyidina ‘Ali bahwa Sayyidina ‘Ali (yang masih muda pada waktu
itu) mungkin tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
Kemudian Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali. Rosululloh
SAW menjawab dengan mengatakan bahwa Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib benar. Kemudian
menerangkan bahwa membaca Surat Al-Ikhlas sekali ganjarannya sama dengan
membaca 10 juz kitab Al-Qur an atau sepertiga Al-Qur an. Jika membaca Surat
Al-Ikhlas sebanyak tiga kali Khatamlah Al-Quran karena dengan membaca sebanyak
tiga kali sama seperti dengan membaca 30 juz Al-Quran.
Fadhilah - Keutamaan Surat Al-Ikhlas
Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rosululloh SAW telah
bersabda:
Ketika saya (Rosululloh SAW) melakukan perjalan isro-miraj
ke langit, maka saya telah melihat ‘Arsy di atas 360,000 sendi dan jarak jauh
antara satu sendi ke satu sendi ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap
sendi itu terdapat padang sahara sebanyak 12,000 dan luasnya setiap satu padang
sahara itu seluas dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang sahara itu
terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca Surat Al-Ikhlas. Setelah
mereka selesai membaca Surat Al-Ikhlas maka berkata mereka: Wahai Tuhan
kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini, kami berikan kepada orang yang
membaca Surat Al-Ikhlas, baik ia lelaki maupun perempuan.
Membaca Surat Al-Ikhlas memperoleh pahala seperti membaca
Kitab Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur an.
Sabda Rosululloh SAW yang lain:
Demi Alloh yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya
“Qul Huwallohu Ahad” itu tertulis di sayap malaikat
Jibril a.s,
“Allohush-shomad” itu tertulis di sayap malaikat
Mikail a.s,
“Lam yalid walam yuulad” tertulis pada sayap
malaikat ‘Izroil a.s,
“Walam yakullahu kufuwan Ahad” tertulis pada sayap
malaikat Israfil a.s.
“Qul Huwallohu Ahad” itu tertulis di dahinya Abu
Bakar As-shiddiq .r.a.,
“Allohush-shomad” itu tertulis di dahinya 'Umar bin
Khattab r.a.,
“Lam yalid walam yuulad” tertulis di dahinya 'Utsman
bin 'Affan r.a.,
“Walam yakullahu kufuwan Ahad” tertulis di dahinya 'Ali
bin Abi Tholib r.a..
(Kitab Hayatun Kuluubi)
Dari A’isyah r.a., bahwasanya
Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seorang shahabat
dalam sebuah pertempuran. Lalu dia mengimami sholat dan selalu membaca surat Al-Ikhlas.
Tatkala mereka kembali dari pertempuran mereka adukan hal tersebut kepada Nabi Muhammad
sholallohu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Tanyakan kepadanya apa yang
melatarbelakangi dia berbuat seperti itu, merekapun menanyakannya. Lalu dia pun
menjawab: “Karena sesungguhnya surat Al-Ikhlas itu mengandung sifat yang
dimiliki oleh Ar-Rohman (Alloh SWT) dan aku suka untuk membacanya. Maka Nabi Muhammad
sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kabarkan kepadanya bahwa Alloh subhanahu
wata’ala mencintainya” (HR. Al-Bukhari no. 7375)
Dari Abu Hurairah r.a., beliau
berkata: “Aku pernah bersama Rosululloh Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam
dan disaat itu beliau mendengar seseorang membaca Al-Ikhlas. Lalu beliau bersabda: “Dia telah
mendapatkan”, Abu Hurairah bertanya: “Mendapatkan apa wahai Rosululloh?” Beliau
menjawab: “Al-Jannah (surga).”(HR. At Tirmidzi)
Dalam hadits yang lain beliau
bersabda: “Kecintaanmu terhadap surat Al-Ikhlas memasukkanmu ke dalam al
jannah.” (HR. Al-Bukhari)
Sebenarnya banyak sekali Fadhilah - Keutamaan Membaca Al-Qur
an, mudah-mudahan yang disampaikan ini bisa banyak bermanfa’at.
Dari ‘Ali
bin Abi Tholib k.w.: “Siapa saja yang duduk membaca Al-Qur an, niscaya
dia akan berdiri darinya dengan tambahan atau kekurangan, yaitu bertambah dalam
mendapatkan petunjuk, atau berkurang dalam kesesatan.”
“Mintalah dari Alloh SWT segala kebaikan dengan
mengikuti Al-Qur an. Mendekatlah kepada Alloh SWT dengan mencintai Al-Qur an.
Janganlah memperalatnya demi mendapatkan sesuatu dari hamba-hamba Alloh
dengannya. Tiada sesuatu sebaik Al-Qur an yang dapat dibawa seseorang ketika
menghadapkan diri kepada Tuhan-nya.”
Wallohu a’lam.
http://www.aura-ilmu.com/2013/06/Fadhilah-Keutamaan-Membaca-Surat-Al-Ikhlas.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar