Pages

Jumat, 31 Mei 2013

5 Langkah Menghindari Godaan Selingkuh

Salah satu sebab paling sering bubarnya suatu hubungan adalah hati yang bercabang. Tapi Anda tak perlu khawatir: Banyak cara untuk menghindari godaan yang datang.

Masih lekat di ingatan tentang kisah Kristen Stewart yang mengkhianati cinta Robert Pattinson. Kristen terlibat cinta di lokasi syuting dengan sutradara film terbarunya, Rupert Sanders. Kristen kemudian menyesal karena jatuh pada godaan cinta sesaat. Tak ingin senasib dengan bintang “Twilight” tersebut, ikuti beberapa langkah ini.

Stop mencari alasan

Pasangan kurang perhatian, tidak cocok, atau hubungan yang memburuk, sering jadi alasan memulai hubungan terlarang. Apa pun masalah yang Anda hadapi, tak ada pembenaran untuk berselingkuh. Jika merasa kurang puas dengan hubungan Anda, perbaiki atau akhiri. Mana yang terbaik? Hanya Anda dan pasangan yang tahu. Tapi mencari “hiburan” dengan menjalin hubungan gelap dengan orang lain bukanlah solusi. Hal ini justru berpotensi  menambah berat beban masalah Anda nantinya.

Kenali tanda bahaya


Sering kali alasannya bermulai dari iseng. Anggapannya, aksi saling menggoda di tempat kerja atau di hubungan pertemanan Anda tak akan berlanjut ke mana-mana. Tapi semakin lama, hubungan tersebut pun semakin kuat, perasaan mulai terlibat. Jangan sampai hubungan iseng Anda memasuki zona berbahaya. Hentikan sesegera mungkin jika sudah terlihat potensi bahaya atau kemungkinan sulit untuk menghentikannya.

Konsekuensi

Apa yang terjadi jika hubungan gelap Anda terungkap? Karier terancam, pendidikan terganggu, kehilangan pasangan, memalukan keluarga dan berbagai konsekuensi lain yang mungkin terjadi. Pikirkan semuanya baik-baik. Apakah Anda siap menghadapinya dan semua hal tersebut pantas dikorbankan untuk hubungan gelap ini? Sebagai wanita dewasa, sebaiknya akhiri atau selesaikan baik-baik hubungan Anda dengan pasangan sebelum menjajaki kemungkinan baru dengan pasangan yang lain.

Membandingkan

Dia yang sebelumnya sempurna menjadi tak berharga ketika kekasih baru datang. Tak ada manusia yang serupa karena itu berhenti membanding-bandingkan pasangan Anda dengan yang baru. Bagaimanapun juga, pasangan Anda adalah pilihan Anda juga. Semua orang tentu mempunyai kekurangan. Tentu pada masa-masa indah, kekurangan tersebut akan sulit terlihat. Jika pasangan baru Anda mengetahui Anda sudah memiliki pasangan namun tetap mendekati, apakah hal tersebut juga merupakan nilai plus di mata Anda?

Perkuat pertahanan

Jika tak tahan terhadap godaan selingkuh, bangunlah tembok yang tebal dan stop berkomunikasi dengan orang yang berpotensi jadi selingkuhan. Terutama jika Anda termasuk orang yang mudah terbujuk. Sebisa mungkin kuatkan diri untuk menghindari dia dan hentikan semua komunikasi dengannya. Lebih baik lagi jika Anda bisa menegaskan kalau Anda tak tertarik dengan dia.

Kuatkanlah keputusan Anda dengan mengingat berbagai konsekuensi yang mungkin terjadi dari hubungan gelap Anda. Terungkapnya perselingkuhan tentu akan membawa banyak masalah bagi kehidupan Anda. Jika ingin suatu hubungan cinta yang baik, sebaiknya mulailah dengan cara yang baik juga.

 http://id.she.yahoo.com/5-langkah-menghindari-godaan-selingkuh.html

Enam Alasan Pria Selingkuh

By AskMen | Love + Sex

Selingkuh itu indah, bukan?

Ha, bercanda. Siapa pun yang pernah berselingkuh tentu tahu bahwa itu menyebalkan. Perselingkuhan tidaklah seindah yang mereka katakan.

Namun, para pria tetap melakukannya. Berikut ini adalah daftar "alasan" pria selingkuh:

6. Kurang seks.


Mari kita semua bersikap dewasa dan setuju bahwa setelah mencapai usia tertentu, kita berkomitmen kepada seseorang karena kita sangat menyukainya — dan perlu cara yang sesuai norma sosial untuk tidur bersama wanita itu secara reguler. Saya tidak berusaha meremehkan pandangan moral dan agama siapa pun terkait masalah ini, dan seks bukanlah bagian terpenting dari hubungan yang sehat.

Namun seks adalah bagian terbesar, dan sebagai orang dewasa seks jugalah yang memisahkan persahabatan dari hubungan asmara. Jika Anda menjalani hubungan yang memuaskan secara emosional namun kurang memadai dalam hal seksual, hal itu hampir sama frustasinya dengan tidak memiliki hubungan sama sekali. Karena pria enggan terlibat pembicaraan yang berat atau enggan melepaskan hubungan yang tidak sempurna, selingkuh sering dilihat sebagai jalan keluar.

5. Mereka diselingkuhi.


Jika Anda duduk di bangku sekolah menengah atau belum dewasa, hal itu mungkin sangat masuk akal. Kekasih mengkhianati Anda, tapi Anda terlalu mencintainya sehingga tidak bisa mengakhiri hubungan kalian, jadi Anda juga berselingkuh supaya impas. Itu merupakan cobaan bagi pria mana pun yang terlalu lemah atau terlalu dimabuk cinta untuk membuat keputusan yang berat (padahal belum pernah terbukti dalam sejarah manusia bahwa menyakiti seseorang membuat perasaan lebih baik).

Dan teman-teman, inilah saran dari saya: Jika kekasih selingkuh, mungkin dia sebelumnya sudah  mencapai titik di mana saat Anda membalasnya, hal itu tidak akan terlalu menyakitinya. Bahkan, langkah itu hanya akan mempertegas perasaannya.

4. Ingin tahu apakah mereka masih menarik.

Setiap orang memiliki kebutuhan mendalam untuk merasa diinginkan dan menarik, bukan hanya oleh pasangan, tapi juga oleh orang lain. Itulah mengapa Anda berdandan rapi saat pergi dengan teman, atau alasan perempuan mengenakan make-up saat pergi berbelanja. Bahkan sedikit rayuan kecil tidak berbahaya dengan lawan jenis yang menarik bisa menambahkan semangat dalam langkah Anda, dan itu tidak masalah, karena mungkin pasangan Anda yang akan menuai keuntungannya.

Namun, bagi pria yang benar-benar tidak percaya diri, hal itu tidak cukup. Ia harus berselingkuh untuk bisa membuktikannya. Jika Anda menggabungkan kegelisahan tersebut dengan hubungan seksual yang hampa dari No. 6, sangat bisa dipahami mengapa beberapa pria terjerumus dalam perselingkuhan.

3. Mereka tidak bisa bilang “tidak”.

Jika mau jujur, jarang sekali perempuan cantik berjalan-jalan sambil memamerkan tawa di hadapan kita dan mengajak terang-terangan untuk berhubungan seksual. Namun, menurut saya kebanyakan pria memiliki perempuan cantik yang benar-benar menggoda mereka. Cara kita menanganinya tergantung dari beberapa faktor, status hubungan memiliki peranan penting. Lajang? Sangat bagus. Tidak lajang? Anda tahu jawaban yang seharusnya, namun apakah Anda memiliki memiliki kemauan keras?

Jenis pria yang menyerah dengan godaan semacam ini sering kali kurang berpengalaman dengan perempuan, dan meskipun ia sedang terlibat hubungan dengan orang lain, ia percaya itu merupakan kesempatan yang tidak bisa ia dilewatkan. Namun, jika Anda pernah mengalaminya satu atau dua kali, Anda akan memandang godaan semacam itu sebagai: ketidaknormalan, keputusasaan, dan membuat wanita menjadi tidak menarik.

2. Merasa pasangan sudah tidak semenarik dulu.

Terkadang, dalam hubungan jangka panjang, orang-orang mulai tidak memedulikan penampilannya. Mungkin berat badannya bertambah, atau mungkin ia punya masalah dengan minuman keras atau mungkin ia tidak bisa mengatasi masalahnya secara umum. Apa pun itu, masalah dengan kebiasaan adalah bahwa Anda tidak sadar bahwa hal itu terjadi secara berulang kali, sesuatu yang tidak terjadi ketika bersama dengan teman atau kerabat yang jarang Anda temui.

Sebaliknya, tiba-tiba, suatu hari Anda terbangun dan menyadari bahwa mahkluk yang tinggal bersama dengan Anda sangat jauh berbeda dengan gadis yang dulu pertama kali menerima kalimat “aku mencintaimu” dari Anda. Sekali lagi, bagi beberapa pria, ia harus memilih untuk terlibat dalam diskusi yang sulit (kemungkinan tidak menghasilkan apa-apa) atau mengejar hubungan seksual di tempat lain.

1. Sudah tidak ada rasa cinta.

Ini adalah sebuah tantangan yang menyenangkan jika Anda jomblo: Temui mantan Anda yang sudah tidak lagi Anda cintai, dan berhubungan seks dengannya. Tidak seperti dulu lagi, iya kan? Cinta (atau setidaknya perasaan), kita pelajari seiring kita bertambah dewasa, merupakan bagian penting dari apa yang membuat seks yang hebat menjadi luar biasa. Singkirkan perasaan itu, dan kalian berdua hanyalah dua hewan yang sedang berhubungan seks.

Itulah mengapa hubungan satu malam biasanya sangat menyebalkan, dan mengapa berhubungan seks dengan mantan biasanya mengecewakan. Ketika hal itu terjadi, pasti menggoda untuk mengganti perasaan yang hilang dengan kegembiraan yang muncul dengan bertemu dan tidur dengan seseorang yang baru. Itu adalah pengganti yang buruk dan, pada akhirnya, menuda yang tidak bisa dihindari.

Jadi, apakah ini alasan? Penjelasan? Mari kita sebut semua itu sebagai rasionalisasi, sesuatu antara alasan dan dalih. Apa pun yang pria katakan kepada dirinya sendiri (atau pasangannya) untuk  membenarkan perselingkuhannya, dia mengingkari fakta sederhana bahwa dia terlibat dalam sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkannya.

Selingkuh, di atas segalanya, adalah tindakan tidak terhormat dan pengecut.

 http://id.she.yahoo.com/enam-alasan-pria-selingkuh-175550354.html

Tujuh Kalimat Penghapus Dosa.

1. Mengucap “Bismillah” pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

2. Mengucap “Alhamdulillah”pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

3. Mengucap “Astaghfirullah” jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.

4. Mengucap “Insya-Allah” jika merencanakan berbuat sesuatu dihari esok

5. Mengucap “La haula wala kuwwata illa billah” jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diinginkan.

6. Mengucap “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun” jika menghadapi dan menerima musibah

7. Mengucap “Laa ilaa ha illa Allah Muhammadur Rasulullah” sepanjang siang dan malam, sehingga tak terpisah dari lidahnya...

Semoga kita semua bisa mengamalkannya..
Aamiin
 http://www.facebook.com/pages/Strawberry/203846879754531?hc_location=stream

Rabu, 29 Mei 2013

Aku Hari Ini Part4

Kadang kesel aku tu ma sikap kamu...
tapi, jujur dalam hati ini sayangku lebih untukmu,
Aku seperti itu hanya ingin kamu lebih memahami aku, dan belajar lebih dewasa...
kalo' kamu mau tau.. capek berantem terus kek anak kecil,,,
belajarlah untuk tegas, dan berani untuk menentukan pilihan,

Aku yakin kamu bisa berubah...
"Ketika kamu mencintai, jujurlah pada diri sendiri,
Jangan biarkan mereka jatuh cinta pada seseorang yang bukan dirimu".

Tolong! Saya Terjebak Utang Kartu Kredit!

Single, dengan gaji bulanan Rp5 juta.
Masih tinggal di rumah orang tua.
Tidak memiliki tabungan.
Saldo utang kartu kredit Rp50 juta.


Profil diatas sontak membuat mata saya nyaris keluar dari tempatnya. Sebut saja namanya Nina. Bagaimana mungkin seseorang yang belum memiliki tanggungan bisa memiliki kewajiban sebesar itu? Nina datang sore itu dengan dandanan yang trendi. Dari semua benda yang melekat pada tubuhnya, saya tahu selera Nina sangat tinggi dalam hal fesyen. Mengalunlah cerita dari bibirnya bahwa dia kini sedang kesulitan finansial. Dia terjebak utang kartu kredit.

Setelah diteliti, isi tagihan kartu kreditnya adalah lifestyle semua. Mulai dari pakaian, sepatu, tas, aksesori, gadget, kongkow di cafĂ©, parfum, kosmetik mahal, dll. Jangan tanya saya dari mana dia bisa memperoleh 3 kartu kredit platinum dengan gaji bulanan yang “hanya” Rp5 juta. Oke, setelah mendiagnosa penyebab bengkaknya utang kartu kredit Nina, langkah berikutnya adalah langkah penyelamatan.


Buatlah shopping account.
Ini adalah rekening khusus belanja. Jika Nina dilarang belanja sama sekali, dikhawatirkan akan membuat dia malah lepas kendali terhadap uangnya. Suatu saat bom waktu ini akan meledak dengan jumlah yang lebih besar. Hobi Nina belanja perlu disalurkan, hanya saja sekarang angkanya dibatasi dan disesuaikan dengan kemampuan Nina.

Misal, setiap bulan Nina harus memasukkan angka Rp1 juta dari gajinya ke dalam shopping account ini. Dia bisa gunakan rekening ini setiap kali dia belanja lifestyle. Jika saldonya habis, Nina harus menunggu sampai gajian bulan berikutnya agar saldonya terisi kembali. Terapi seperti ini juga melatih Nina untuk dapat membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Hal ini juga mau tak mau akan memaksa Nina untuk benar-benar cermat membeli barang karena dananya terbatas.

Live the life you deserve, Nina! Jika kita ‘hanya’ mampu hidup dengan biaya Rp3 juta per bulan, janganlah memaksakan diri hidup dengan lifestyle mereka yang berpenghasilan Rp10 juta per bulan. We can not afford that.

Lunasi sebagian saldo utangnya.
Lihat, apakah Nina memiliki amunisi finansial lain yang dapat digunakan untuk menutupi setidaknya sebagian utangnya? Nina tidak memiliki tabungan, tapi Nina memiliki bonus tahunan yang cukup besar sekitar Rp20 jutaan. Nah, saya sarankan agar bonus tahunan itu digunakan untuk membayar utang kartu kreditnya. Bahkan saya pun ikut mendaftar aset apa saja yang Nina miliki dan bisa dijual untuk membantu memperkecil saldo utangnya. Kamera dan iPad masuk dalam daftar yang bersedia Nina jual setelah melewati perdebatan seru.

Tagihan yang tidak dilunasi akan dikenai bunga berbunga sebesar rata-rata 2.95% - 4% per bulan. Bayangkan, tabungan kita saja di bank hanya tumbuh 3% per tahun. Tagihan kartu kredit bunganya bisa mencapai maksimum 48% per tahun! Itu sebabnya utang kartu kredit perlu segera dilunasi agar rantai bunga berbunga yang mencekik leher itu bisa diputuskan.

Stop sementara penggunaan kartu kredit.
Selama utang kartu kreditnya belum lunas, Nina saya larang untuk menggunakan kartu kreditnya. Beberapa bahkan saya sarankan di gunting saja agar Nina lebih mudah mengontrol pemakaiannya.

Buatlah jadwal pembayaran utang.
Misal, kemampuan Nina membayar utang setiap bulan itu sebesar Rp2 juta. Tetaplah mencicil utang dengan angka Rp2 juta per bulan, meskipun mungkin nanti minimum paymentnya akan lebih kecil dari Rp2 juta.

Dengan adanya pelunasan utang dari bonus tahunan sebesar Rp20 juta dan cicilan bulanan sebesar RP 2 juta, diperkirakan Nina dapat melunasi seluruh utangnya dalam waktu 2 tahun (asumsi bunga kartu kredit 4% per bulan). Akan lebih cepat jika bonus tahun berikutnya pun Nina gunakan untuk melunasi sisa tagihannya.

Zero balance
Next step, jika Nina memakai kembali kartu kreditnya, lunasilah setiap kali tagihannya datang. Mengapa? Sejatinya isi tagihan kartu kredit itu representasi dari budget bulanan kita. Artinya, pastikan setiap kali kita gesek, kita akan memiliki uangnya untuk melunasinya.

Sore itu Nina melangkah pulang dengan sorot mata lega. Di tangannya, selembar kertas berisi langkah-langkah penyelamatan dirinya dari utang kartu kredit tergenggam erat.

Saya mengantar Nina dengan sebait doa, semoga tidak ada Nina-Nina lain yang datang ke kantor kami dengan permasalahan yang sama. Cukuplah Nina menjadi pelajaran bagi kita semua.


Eka Agustina, QM Planner
www.qmfinancial.com


http://id.she.yahoo.com/tolong-saya-terjebak-utang-kartu-kredit.html

Gaji Besar Itu Tidak Penting

Sebentar lagi adik saya akan menjadi sarjana S1. Saya jadi teringat masa-masa awal lulus kuliah. Masa itu adalah periode yang sarat dengan gengsi. Kami yang lulus bersama berlomba-lomba melamar ke perusahaan bergengsi. Bagi yang mendapat panggilan kerja dari perusahaan bonafid, tanpa berkata-kata, setiap gerak-geriknya seperti berkata , "Gue berhasil nih!" Dan gengsi ini pun terus terbawa  hingga kini. Tidak hanya melulu soal gaji, apa yang kita “punya” juga menjadi satu indikator status sosial di masyarakat modern saat ini.

Namun apakah gaji yang besar menjamin bahwa kondisi keuangan seseorang itu sehat?

Saya beberapa kali menemukan kondisi keuangan seseorang atau keluarga yang kurang sehat. Gaji mereka seakan-akan selalu kurang dan hampir tidak memiliki tabungan. Apakah mereka orang yang bergaji hanya sedikit di atas UMP? Bukan. Kebanyakan dari kelompok ini justru adalah orang-orang yang memiliki akses sangat baik ke lembaga keuangan. Sayangnya kemudahan akses tersebut seringkali disalahgunakan. Mereka menganggap fasilitas seperti kartu kredit adalah “dana tambahan”, bukannya sekadar alat bantu pembayaran. Jika watak ini dikombinasikan dengan sifat konsumtif yang tinggi, fasilitas tadi mampu membenamkam seseorang ke dalam kolam utang.

Ada juga kisah pribadi atau keluarga dengan penghasilan cukup, yang mampu menjadi tuan atas uang yang dia miliki. Keluarga ini memiliki dana darurat, mampu menyiapkan dana pensiun untuk masa tua, dan siap membayar uang pangkal dan SPP sekolah anak-anak mereka saat diperlukan.

Kualitas kehidupan seseorang atau keluarga bukan tercermin dari penghasilannya, namun dari pengelolaan keuangannya.

Sebelum bergerak maju merencanakan keuangan lebih lanjut, ada baiknya Anda berhenti sejenak dan melakukan review seperti apa kondisi keuangan saat ini. Salah satu yang bisa digunakan adalah rasio keuangan. Rasio keuangan bisa dibuat jika terdapat data keuangan seperti laporan net worth (berisi nilai aset dan utang) serta laporan cashflow (berisi pendapatan dan pengeluaran keluarga). Kejujuran Anda dalam membuat laporan net worth dan cashflow adalah kunci keakuratan perhitungan rasio keuangan. Dengan begitu Anda tahu dari mana harus mulai menata keuangan.

Rasio keuangan yang pertama adalah debt-service ratio atau rasio pembayaran cicilan utang. Rumusnya adalah sebagai berikut:


Debt Service Ratio adalah rasio pembayaran cicilan setiap bulannya. Di bagian total cicilan utang bulanan bisa dimasukkan cicilan KPR, cicilan kendaraan bermotor, cicilan kartu kredit, dan cicilan lainnya. Kondisi keuangan dikatakan sehat jika nilainya dibawah 35%.

Contohnya, Andi saat ini memiliki pendapatan bulanan sebesar Rp5 juta, lalu dia ambil cicilan motor sebesar Rp1,5 juta per bulan dan ada cicilan kartu kredit sebesar Rp500 ribu per bulan. Dengan total cicilan sebesar Rp2 juta, berarti debt service ratio Andi adalah sebesar 40%. Bisa dikatakan Andi kondisi keuangannya kurang sehat.

Rasio keuangan yang kedua adalah saving ratio atau rasio menabung. Rumusnya sebagai berikut:



Saving ratio mengukur potensi menabung yang bisa dilakukan. Tabungan bulanan maksudnya adalah tabungan rutin bulanan yang sudah rutin dilakukan, sedangkan sisa cashflow  bulanan biasanya adalah surplus antara pendapatan bulanan dan total pengeluaran bulanan yang mungkin belum teralokasikan.

Contohnya, Keluarga Danang saat ini memiliki pendapatan gabungan (suami + istri) sebesar Rp10 juta, tabungan rutin Rp500 ribu, dan pengeluaran rutin lainnya sebesar Rp8,5j uta termasuk cicilan utang KPR. Jika dihitung cashflow-nya, terdapat sisa sebesar Rp1j uta. Berarti keluarga Danang memiliki saving ratio sebesar 15%.  Dari pengukuran saving ratio bisa dikatakan kondisi keuangan keluarga Danang sehat.

Ada beberapa rasio keuangan lainnya selain dua rasio keuangan di atas, namun dari kedua rasio keuangan tersebut, Anda bisa membuat acuan untuk mengambil keputusan keuangan. Debt service ratio bisa kita jadikan patokan untuk berpikir apakah kondisi keuangan Anda masih sehat jika mengambil kredit atau pinjaman tambahan. Sedangkan saving ratio bisa dijadikan patokan apakah dengan meningkatnya gaji, diikuti pula dengan peningkatan rasio uang yang ditabung. Jangan-jangan kenaikan gaji habis dimakan oleh kenaikan biaya hidup atau peningkatan lifestyle.

Saya pernah bertemu orang yang bergaji Rp30 juta, tapi menyisihkan Rp3 juta per bulan saja sulit sekali. Di lain waktu, saya juga bertemu keluarga muda yang berpenghasilan gabungan Rp12 juta dan mampu menyisihkan 41% dari gajinya untuk investasi bulanan.

Jadi, sekarang sudah bukan jamannya lagi bertanya, “Berapa besar gaji lo?” melainkan “Berapa besar yang bisa disisihkan untuk masa depan?”.

Jerry
Independent Financial Planner
Quantum Magna Financial
QM Financial


 http://id.she.yahoo.com/gaji-besar-itu-tidak-penting-110224708.html

Selasa, 28 Mei 2013

don't lie

berhentilah tuk membohongi dirimu sendiri, dan berhentilah tuk membohongiku.

Apa yang Menyebabkan Sulitnya Berhenti Merokok?

Jika saja berhenti merokok semudah mengatakannya, pasti sudah banyak yang bisa berhenti merokok. Meski sadar rokok itu berbahaya, tapi selalu ada alasan yang membuat perokok kembali lagi pada kebiasaan buruknya. Lalu, apa sih alasan para perokok sulit untuk berhenti merokok?
Dikutip detikHealth, ada dua alasan yang membuat perokok sulit lepas dari rokok, yaitu karena kecanduan dan kebiasaan. Nikotin punya efek candu yang sangat besar sehingga tak heran jika para perokok mengeluh sulit sekali berhenti merokok. Ketika seseorang merokok, partikel-partikel nikotin akan masuk ke dalam paru-paru. Nikotin kemudian akan diserap oleh darah, sama halnya seperti oksigen yang dihirup saat bernafas. Perjalanan nikotin dalam darah akhirnya sampai pada otak, yang kemudian mengaktifkan hormon dopamin untuk dilepaskan.
Dopamin adalah zat kimia yang membuat seseorang merasakan sensasi enak, nyaman dan tenang. Itulah yang membuat perokok sulit berhenti, karena ia kecanduan rasa enak dan nyaman tersebut. Ia lebih memilih merasakan perasaan senang sesaat daripada efek kesehatan jangka panjangnya. Ketika pecandu rokok ingin berhenti merokok, ia akan mengalami gejala seperti sakit kepala, pusing, mual-mual, bergetar, batuk, mulut kering, pusing-pusing, lemah, sakit perut, lapar, insomnia bahkan frustasi.
Oleh sebab itu, banyak perokok yang sulit berhenti karena menghindari gejala-gejala tersebut. Selain efek candu, faktor kebiasaan sangat mempengaruhi perokok. Sekali orang mengenal rokok, maka sebagian besar hidupnya akan dihantui perasaan ingin merokok.Awalnya mereka menikmati rasanya memegang rokok, lama kelamaan akan terasa janggal jika tidak ada rokok di tangannya.
Langkah yang dilakukan perokok untuk menghentikan kebiasaan merokok biasanya dengan mencari teman yang punya keinginan sama untuk berhenti merokok, melakukan latihan pernafasan dan mengganti kegiatan merokok dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.
Namun jika semua itu tidak berhasil menjauhkan seseorang dari rokok, mungkin bisa menggunakan teknik hypnotherapy, akupunktur, laser terapi, permen karet nikotin, rokok herbal, permen nikotin pelega tenggorokan, dan teknik lainnya. Dengan kemauan yang kuat dan strategi yang benar, tidak ada yang tidak bisa dilakukan, termasuk berhenti merokok.

Selain Cinta, Wajib Tahu 5 Hal Ini Sebelum Menikah

Selain menjawab pertanyaan penting seputar mengapa dia orang yang kamu pilih, apakah benar dia pasangan yang kamu harapkan, merefleksi kembali kelebihan dan kekurangannya, termasuk kesiapan berhadapan dengan perbedaan prinsip dan cara pandang, ada hal penting yang wajib dipersiapkan: mental, kesehatan, keuangan, investasi, termasuk masa depan pekerjaanmu.

Sudahkah siap secara mental?

Kesiapan mental. Ketika memutuskan menikah, artinya kamu harus siap menerima pasangan, hidup bersama pasangan dalam satu atap, juga menjalin relasi baik dengannya. Yang kamu perlukan di sini adalah kematangan psikologis agar lebih mudah menjalin komunikasi, menerima keadaan, dan lebih dewasa mengelola konflik atau masalah, ungkap psikolog Lisnawati dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Aktivis perempuan dan anak, Rabiah Al Adawiyah, juga  mengatakan tak cuma legal secara agama atau negara, pernikahan harus dilaksanakan dengan persiapan matang, baik kesiapan fisik, mental, maupun perekonomian yang memadai. “Jangan hanya ikut tren dan asal halal, perlu dipikirkan persiapannya,” ungkapnya.
Kesiapan lain adalah soal menerima anggota keluarga baru yang juga harus diperhatikan. Bagian ini cukup sulit, tapi tak ada pilihan selain belajar menyayangi keluarga pasanganmu sama seperti menyayangi keluarga sendiri. Ingat, perlakuan berbeda sangat mungkin menimbulkan kecemburuan, jadi bersikaplah adil. Tak berhenti di sana, memutuskan menikah, kamu pun harus fokus membangun keluarga kecil, yang artinya mengurangi waktu dan perhatian di luar permasalahan rumah tangga, seperti pekerjaan, teman-teman, bahkan hobi. Saatnya bertanggung jawab pada keputusan besar yang sudah kamu pilih, dan lagi-lagi, butuh mental yang kuat di masa awal penyesuaian status barumu nanti.
Penting: premarital medical check up!
Hal ini penting, tapi kerap disepelekan. Menjelang pernikahan, sangat perlu memeriksakan kesehatanmu dan pasangan, termasuk mengecek kesuburan masing-masing plus melakukan imunisasi. Yang paling umum dilakukan adalah pemeriksaan TORCH: Toxoplasmosis, Other (syphilis), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes simplex virus (HSV). Sebagian orang menganggap bagian ini tak penting, padahal sikap saling terbuka masalah kesehatan masing-masing, menurut dr. Frizar Irmansyah dari RS Pusat Pertamina, sangatlah dibutuhkan. Fungsinya, antara lain, mencegah penularan penyakit, mendeteksi kelainan bawaan, sampai mengecek kebugaran masing-masing.
 
Bekal finansial masih menjadi kebutuhan utama

Masalah keuangan dan harta memang paling sensitif. Namun, siap berumah tangga, siap pula mengorek-korek bagian yang satu ini. Seorang teman mengaku sempat mengalami kebingungan saat akan memutuskan membeli rumah atau mobil lebih dulu ketika akan menikah. “Kalau membeli rumah dulu kami bingung bagaimana dengan transportasi ke kantor. Padahal, dengan uang yang kami punya hanya mampu membeli rumah di pinggir Jakarta. Nah, kalau membeli kendaraan dulu, kami tak punya tempat tinggal,” ungkapnya. Teman lain memimpikan bisa mandiri dalam hal segalanya, tak cuma finansial. “Di mana-mana pasangan menikah maunya memiliki rumah sendiri, pisah dari orangtua. Itu juga yang menjadi mimpiku saat ini,” jelasnya.
Menikah tak semudah meresmikan hubungan di mata agama maupun hukum. Hidup bersama memiliki persoalan yang jauh lebih rumit dari hal itu, karena banyak yang mesti direncanakan dengan matang. Perencana keuangan Felicia Imansyah dari Taatadana Consulting menegaskan, masa awal pernikahan merupakan masa penting pembangunan pondasi keuangan keluarga untuk masa mendatang datang karena makin lama kebutuhan keluarga akan semakin kompleks dengan bertambahnya anak, usia, dan kebutuhan hidup. Untuk itu, berusahalah untuk bisa menghidupi diri sendiri, baru memutuskan berumah tangga dan berbagi rezeki bersama, agar bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan dan kebutuhan. Mengerti bagaimana perjuangan mendapatkan rezeki, mengerti pula cara memanfaatkannya dengan baik. Masalah fasilitas apa yang akan lebih dulu dimiliki, semua kembali pada kebutuhan masing-masing. Segala keputusan lebih baik dibicarakan bersama pasangan, dan yang terpenting, sesuai anggaran yang ada.

Membuat tabungan masa depan

Perencana keuangan dari Prime Planner, Muhamad Ichsan, mengusulkan tiap pasangan menyisihkan uang sebagai bekal di masa tua, memenuhi kebutuhan jangka panjang maupun kebutuhan tak terduga yang membutuhkan dana tak sedikit. “Kita juga harus mulai memikirkan tabungan untuk masa depan. Tak cuma untuk aku dan suami dan dana cadangan yang bisa dipakai sewaktu-waktu, tapi juga dana untuk calon anak kami,” ujar seorang teman lain yang kini tengah mengandung anak pertamanya. Dana untuk sang anak pun tak main-main, dia dan sang suami sudah menyiapkan asuransi dan investasi. Nantinya, dana tersebutlah yang bisa dipakai untuk biaya persalinan sampai pendidikan. “Aku juga menyiapkan dana untuk kedua anakku dalam bentuk investasi emas. Berjaga-jaga kalau suatu saat kami kurang beruntung, tak bisa membiayai hidup, mereka sudah punya dana yang menjamin kesejahteraan mereka,” jelas teman lain yang sudah 4 tahun menikah dan memiliki 2 orang anak.

Nasib karier setelah status baru disandang

Banyak kasus, perempuan meninggalkan pekerjaannya setelah menikah, atau setelah melahirkan anak pertama. Ini dilakukan untuk memprioritaskan keluarga ketimbang pekerjaan. Tak sedikit pula yang tetap berkomitmen meneruskan karier dan mencari nafkah untuk membantu suami. Yang harus diingat, yang utama tetaplah keluarga, karena jabatan dan pendapatan menjadi tak berarti kalau kehidupan rumah tangga berantakan? Psikolog Adriana S. Ginandjar membenarkan betapa sulitnya perempuan menjalankan peran multifungsi sebagai ibu rumah tangga, istri, anggota masyarakat, sekaligus perempuan karier dengan sukses, “Maksimal semua peran itu bisa dilakukan secara seimbang,” pesannya. Ya, dilakukan dengan seimbang dan tetap pada satu tujuan, demi kesejahteraan keluarga. Kalau kemudian karier tak bisa menjamin keluarga utuh, sudah tahu kan, mana yang mesti dikorbankan?
Sebagai intermeso, sudah membaca novel Oksimoron-nya Isman H. Suryaman? Bicara tentang pernikahan, novel ini pas untuk dibaca. Menceritakan kehidupan pernikahan Alan dan Rine, berbagai realitas bertebaran di dalamnya. Kebahagiaan hampir tak datang sesering ketika awal mereka memutuskan berkomitmen karena pasangan suami-istri harus berjuang menghadapi bermacam hal yang bertolak belakang, mulai dari orangtua, mertua, tetangga, kerukunan, keharmonisan rumah tangga, kehamilan, sampai kehadiran orang ketiga. Bahwa, pernikahan bukanlah cerita dongeng dengan akhir yang pasti membahagiakan, melainkan cerita drama yang akhir kisahnya, tergantung bagaimana kamu dan pasanganmu menjalaninya.
Pernikahan bukanlah akhir dari kisah cinta, melainkan awal dimulainya petualangan pasangan yang saling mencintai dan berkomitmen sebeban-sepenanggungan, sehidup-semati. Dan ini bukanlah sebuah petualangan yang mudah. Untuk bisa melaluinya, perlu pondasi yang kokoh. 5 bekal utama yang kamu butuhkan sudah kami bagikan, sekarang saatnya bersiap melangkah ke status baru yang penuh dengan persoalan baru tapi menyenangkan karena dilewati bareng si belahan jiwa.

 http://id.she.yahoo.com/selain-cinta-wajib-tahu-5-hal-ini-sebelum-085451204.html

Minggu, 26 Mei 2013

Tinggalkan Sebelum Terlambat 4 Kebiasaan Buruk Pemicu Diabetes



Makanan Serba Instan, Enak tapi Berbahaya
Di setiap artikel kesehatan, makanan instan selalu masuk ke dalam blacklist untuk tidak dikonsumsi. Bukannya diskriminatif, tapi memang benar ada alasannya kenapa itu harus dijauhi. Seperti mie instan yang termasuk karbohidrat sederhana sehingga sangat mudah meningkatkan kadar gula dalam darah dan berefek akan cepat mudah merasa lapar kembali. Begitu juga dengan snack yang digoreng, yang banyak mengandung radikal bebas. Di samping itu, proses penggorengan membuat sel darah merah menggumpal dan membuat tubuh kesulitan untuk mendistribusikan sel darah merah yang mengandung nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Termasuk juga, burger dan hotdog, karena bahan dasar makanan tersebut, yaitu sosis dan burger patty, merupakan bahan makanan yang diawetkan. Nutrisionis Emilia Achmadi mengatakan bahwa ada harga yang harus dibayar ketika berani mengonsumsi makanan yang cepat diolah dan disantap ini. Jadi, mulailah bijak untuk memilih makanan mana yang enak tapi tak baik untuk tubuh, dan mana yang sehat.

Lupa kapan terakhir kali berolahraga
Tubuh diciptakan Tuhan untuk bergerak dan mengeluarkan keringat. Dr. Phaidon L. Toruan, praktisi gaya hidup sehat, menegaskan hal ini dengan menekankan olahraga sebagai sebuah kebutuhan, bukan tuntutan. Apalagi dalam kaitannya dengan kadar gula darah, gula disimpan di dalam sel lemak, kemudian di dalam sel lemak tersebut gula diubah menjadi lemak. Bila gula terus dibiarkan menumpuk, maka sel lemak akan bertambah besar, banyak, dan membuat tubuh gemuk. Bukan hanya bentuk tubuh yang berubah, namun kontrol gula darah pun ikut berantakan. Karena, kemampuan sel-sel otot di tubuh untuk menyerap glukosa menjadi terganggu dan membuat kadar pembakaran glukosa untuk menjadi energi baru terhambat. Olahraga untuk kesehatan sebenarnya tak mewajibkan yang rumit dan berbiaya mahal. Dengan rutin jogging selama 45 menit dalam tiga kali seminggu saja, kamu sebenarnya sudah meningkatkan massa otot dan mengurangi lemak di pinggung, yang berefek pada membaiknya kadar gula dalam darah.

Hobi makan makanan manis
Hidangan pencuci mulut, tren cake yang bergulir bergantian, atau minuman bubble tea yang jadi perbincangan, adalah sebagian sumber gula yang berada di kehidupan sehari-hari. Sesekali mengonsumsinya, lalu diseimbangkan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat serta makanan berbahan dasar tepung terigu, boleh-boleh saja. Namun, apa jadinya tubuh ini kalau kamu dengan liberal mengonsumsi makanan serta minuman manis tersebut, tapi tak melakukan apa-apa untuk menghindarkan dirimu dari diabetes? Perlu diketahui, bahwa gula, terutama gula putih atau gula pasir, adalah jenis pemanis yang sangat jahat karena sangat cepat meningkatkan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi kadar gula, pankreas akan bekerja semakin keras untuk menghasilkan insulin, hormon penyeimbang kadar gula agar gula bisa dimasukkan ke dalam sel tubuh. Jika dalam sehari saja konsumsi gula yang harus distabilkan oleh pankreas sudah terhitung banyak, jangan terkejut kalau baru berusia 30 tahunan saja kamu sudah memiliki masalah dengan kadar gula karena organ tersebut bekerja terlalu keras selama ini dan produksi insulin yang menjadi “penawar” tak mencukupi kebutuhan. Mengerikan, bukan? Tapi, bukan berarti yang manis-manis tak bisa kamu nikmati lagi. Kamu hanya perlu mengganti pemanis yang biasanya dipilih dengan gula aren atau madu, karena kedua jenis pemanis tersebut diolah tubuh secara sederhana tanpa harus melibatkan kerja keras pankreas.

Stress…stress…stress
Istilah ini bukan kata asing lagi untuk siapa saja, apalagi bagi kamu yang menjalani multiperan sebagai istri, ibu, dan karyawati. Dianggap remeh, stress atau beban pikiran yang dibiarkan berlarut-larut, sebenarnya menimbulkan respons tubuh dengan memproduksi hormon stress, yaitu kortisol. Fungsi hormon ini adalah untuk memecah sumber energi  tubuh, otot, dan lemak, untuk diubah menjadi gula agar stress bisa teratasi. Nah, bisa disimpulkan dengan logika mudah, kalau semakin lama stress dibiarkan, maka akan semakin banyak kortisol diproduksi dan akhirnya menjadikan kadar gula meningkat. Solusi mengelola stress ada dua, yaitu psikis dan fisiologis. Secara psikis, stress yang sedang diderita dicari jalan pemecahannya dengan bantuan dari tenaga ahli atau kerabat dekat. Lalu, itu diimbangi secara fisiologis dengan berolahraga. Ketika berolahraga, tubuh yang bergerak lalu berkeringat itu akan membakar lemak, mengurangi beban tubuh, dan meningkatkan hormon endorphin yang berefek rileksasi dan mengurangi stress. Bisa dibilang, olahraga sebenarnya jadi obat untuk segala penyakit yang dilakukan oleh tubuhmu dan untuk kesehatanmu juga.

 http://id.she.yahoo.com/foto/tinggalkan-sebelum-terlambat-4-kebiasaan-buruk-pemicu-diabetes-photo-101239241.html

Jazzy Green

Jazzy Green
Ciiiluk Baaa

Followers