♣ Haid tidak teratur bisakah hamil? ♣
Idealnya,
siklus haid teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21 sampai
35 hari setiap kali periode haid. Dengan siklus haid yang normal, secara
fisiologis menggambarkan, organ reproduksi ibu cenderung sehat dan tak
bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan sel telur yang
terus diproduksi dan siklus haidnya teratur. Intinya, secara kasat mata
ibu diyakini dalam kondisi sehat. Sehingga, dengan siklus normal ini,
ibu akan lebih mudah mendapatkan kehamilan, menata rutinitas, menghitung
masa subur, dan lainnya.Pada kenyataannya, tak semua perempuan memiliki
siklus haid yang normal. Banyak di antara mereka yang siklus haidnya
tidak teratur, yakni siklusnya tidak memiliki pola tertentu. Mungkin
pada awalnya siklus haid lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul
perdarahan haid di luar siklus haid normal. Misal, siklusnya semula
35-40 hari tetapi bulan berikutnya bisa tidak haid selama 3 bulan. Di
sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa mengalami haid lebih dari
sekali. Contoh, bulan ini haid terjadi tanggal 10, kemudian datang lagi
pada tanggal 25 di bulan yang sama. Haid yang berlangsung kurang dari 21
hari dikategorikan siklus pendek.
Baik siklus pendek maupun
panjang, sama-sama menunjukkan ketidakberesan pada sistem metabolisme
dan hormonal. Dampaknya pun sama, yaitu jadi lebih sulit hamil. Pada
siklus pendek, ibu mengalami “unovulasi†karena sel telur tidak
terlalu matang sehingga sulit untuk dibuahi. Pada siklus panjang, hal
ini menandakan sel telur jarang sekali diproduksi atau ibu mengalami
ketidaksuburan yang cukup panjang. Jika sel telur jarang diproduksi
berarti pembuahan akan sangat jarang terjadi. Padahal, haid merupakan
tanda kalau ibu sedang subur.
Ketidakteraturan haid ini pun
membuat ibu sulit mencari kapan masa subur dan tidak. Seharusnya, jika
haid teratur, masa subur dapat ditemukan dengan mudah. Contoh, jika
siklusnya 30 hari, maka masa subur diperkirakan 16 hari setelah hari
pertama haid. Berbeda dengan siklus panjang dan pendek, sulit sekali
menghitung masa subur karena tak ada rumus yang dapat digunakan.
Namun begitu, ibu tak perlu berkecil hati. Sebab, hal ini bisa diatasi.
Nanti dokter akan membantu ibu mencari apa penyebabnya, untuk kemudian
diberikan solusinya yang tepat. Tentu diperlukan kerja sama yang lebih
intens antara ibu dan pasangan dengan dokter. Mudah-mudahan dengan
terapi yang dilakukan bisa membuat ibu segera hamil.
► RAGAM Penyebab & Solusinya
Banyak penyebab kenapa siklus haid menjadi panjang atau sebaliknya,
pendek. Namun, penanganan kasus dengan siklus haid yang tidak normal,
tak berdasarkan kepada panjang atau pendeknya sebuah siklus haid,
melainkan berdasarkan kelainan yang dijumpai. Penanganan dilakukan oleh
dokter berdasarkan penyebabnya.
* Fungsi Hormon Terganggu
Haid terkait erat dengan sistem hormon yang diatur di otak, tepatnya di
kelenjar hipofisa. Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal ke indung
telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini terganggu,
otomatis siklus haid pun akan terganggu.
Penanganan:
Jika terdapat kekurangan hormon, maka dapat ditambahkan hormon yang
kurang tersebut (misal, kekurangan hormon estrogen, maka dapat
ditambahkan hormon estrogen). Jika terdapat hormon yang berlebih, maka
dilakukan pemberian obat tertentu sehingga kadar hormon kembali normal
(misal, kadar hormon prolaktin yang berlebih dapat dikurangi dengan
pemberian obat tertentu). Jika terdapat hormon yang tidak seimbang, maka
ditambahkan hormon lain agar lebih seimbang.
* Kelainan Sistemik
Ada ibu yang tubuhnya sangat gemuk atau kurus. Hal ini bisa memengaruhi
siklus haidnya karena sistem metabolisme di dalam tubuhnya tak bekerja
dengan baik. Atau ibu menderita penyakit diabetes, juga akan memengaruhi
sistem metabolisme ibu sehingga siklus haidnya pun tak teratur.
Penanganan:
Untuk mengatasi problem gemuk atau kurus sehingga sistem metabolismenya
membaik adalah dengan mengatur pola makan yang tepat. Ibu bisa
melakukan diet dengan panduan dari seorang ahli supaya asupan yang masuk
sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sedangkan untuk penderita diabetes kadar
gula dalam darah atau kadar insulin dalam darah tinggi sehingga dapat
menyebabkan gangguan siklus haid, pemberian obat antidiabetik atau obat
insulin “sensitizer†dapat memperbaiki siklus haid kembali normal dan
bahkan memperbaiki kesempatan untuk hamil.
* Stres
Stres jangan dianggap enteng sebab akan mengganggu sistem metabolisme di
dalam tubuh. Bisa saja karena stres, si ibu jadi mudah lelah, berat
badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya
terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut terganggu.
Penanganan:
Stres yang dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi adalah stres
psikis yang berat seperti kesedihan yang sangat hebat (orangtua atau
pasangan hidup atau anak meninggal dunia), atau kehidupan yang sangat
menekan seperti kehidupan di dalam penjara wanita. Stres psikis yang
hebat dapat meningkatkan hormon CRH atau kortisol, yang dapat mengganggu
produksi hormon reproduksi. Untuk mengatasinya adalah dengan mengatasi
stres itu sendiri lewat terapi yang dilakukan oleh ahlinya. Jika stres
bisa diatasi, siklus haid bisa normal.
* Kelenjar Gondok
Terganggunya fungsi kelenjar gondok/tiroid juga bisa menjadi penyebab
tak teraturnya siklus haid. Gangguan bisa berupa produksi kelenjar
gondok yang terlalu tinggi (hipertiroid) maupun terlalu rendah
(hipotiroid). Pasalnya, sistem hormonal tubuh ikut terganggu.
Penanganan:
Jika hormon tiroid terlalu tinggi maka perlu ditambahkan obat agar
produksi kelenjar gondok menurun, dan sebaliknya jika hormon tiroid
terlalu rendah maka perlu ditambahkan obat agar hormon tiroid kembali
normal. Intinya produksi kelenjar harus sesuai dengan yang dibutuhkan
tubuh.
* Hormon Prolaktin Berlebihan
Pada ibu
menyusui, produksi hormon prolaktinnya cukup tinggi. Hormon prolaktin
ini sering kali membuat ibu tak kunjung haid karena memang hormon ini
menekan tingkat kesuburan ibu. Pada kasus ini tak masalah, justru sangat
baik untuk memberikan kesempatan pada ibu guna memelihara organ
reproduksinya. Sebaliknya, jika tidak sedang menyusui, hormon prolaktin
juga bisa tinggi, biasanya disebabkan kelainan pada kelenjar hipofisis
yang terletak di dalam kepala.
Penanganan:
Produksi
hormon prolaktin yang berlebihan dapat disebabkan oleh stres psikis yang
hebat atau karena terdapat tumor pada kelenjar hipofisis yang
menghasilkan hormon prolaktin lebih banyak. Untuk menekan produksi
hormon prolaktin yang berlebih dapat diberikan obat saja, atau jika
diperlukan dapat dilakukan operasi pembedahan untuk mengangkat tumor di
kelenjar hipofisis tersebut.
FOKUS Pada KEINGINAN HAMIL
Banyak ibu yang gusar, gangguan siklus haid menghambatnya untuk
memiliki anak. Bukan saja ibu yang belum memiliki anak, ibu yang sudah
memiliki anak pun dapat mengalaminya. Pada kasus ini penanganan siklus
haid yang tidak normal selalu memerhatikan apakah penderita masih
berharap untuk hamil atau tidak. Jika masih ingin hamil, maka
penanganannya harus difokuskan kepada upaya untuk membantu penderita
menjadi hamil. Jika penderita tidak ingin hamil lagi, maka penanganannya
cukup dengan mengatur siklus haidnya saja.
Narasumber:
Dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG
https://www.facebook.com/sayapinginhamil/posts/561314337238466
Tidak ada komentar:
Posting Komentar