[Kenalilah TIGA Macam Teman]
[1] Teman Kepentingan
[2] Teman Kesenangan
[3] Teman Keutamaan
Syaikh Bakr Abu Zaid -rahimahullah- berkata, "Dua tipe teman yang
pertama (Teman Kepentingan dan Teman Kesenangan) akan hilang seiring
dengan hilangnya sebab (yaitu kepentingan dan kesenangan). Sementara,
yang ketiga, bergantunglah padanya, yaitu orang yang menjadikan sebab
persahabatannya adalah keutamaan dari kedua belah pihak." [Hilyah Thalib
Al-Ilm, hal. 23]
Berikut penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimiin -rahimahullah- (dengan pengalihan tatanan kalimat):
[1] Teman Kepentingan adalah teman yang menyertaimu selama ia bisa
memanfaatkanmu baik dengan harta, kedudukan dan lain sebagainya. Jika
manfaat telah habis, maka ia berubah menjadi musuhmu. Betapa banyak
orang yang mencela sedekah, namun jika mereka diberi bagian, mereka
ridha, dan jika tidak diberi, mereka marah.
[2] Teman
Kesenangan adalah yang tidak menemanimu kecuali karena ia memang sangat
menikmati duduk denganmu, berbincang, bersantai dan begadang. Akan
tetapi ia tidak bermanfaat begimu, dan kamu tidak mengambil manfaat
darinya. Masing-masing tidak bisa mengambil manfaat dari yang lainnya,
kecuali untuk membuang-buang waktu saja. Ini juga berhati-hatilah
darinya. Jangan sampai menghabiskan waktumu.
[3] Teman
Keutamaan adalah yang membawamu kepada kemuliaan, mencegahmu dari
kerendahan serta membuka pintu-pintu kebaikan dan menunjukkan padanya.
Jika kamu berbuat silap, ia akan mengingatkanmu tanpa harus mencederai
kehormatanmu.
[Syarh Hilyah Thalib Al-Ilm, dengan terjemahan Nurdin, Lc. dan sedikit penataan]
Tiap kita, mungkin punya ketiga jenis teman tersebut.
Untuk Teman Kepentingan, jika memang bisa meminimalisir berhubungan
dengannya, minimalisirlah. Pula dengan Teman Kesenangan. Semakin berusia
Anda, seharusnya semakin sedikit jumlah teman kesenangan. Semakin
berilmunya Anda, seharusnya semakin sedikit jumlah teman kesenangan, dan
bisa bertambah jumlah teman kepentingan.
Semakin berusia dan
berilmu Anda, justru semakin berusaha serius kala berbicara, terutama
tentang agama. Jika bercanda, bercandalah sekadarnya. Namun jika yang
dikenal dari Anda adalah bercandanya, cengengesannya, maka apa itu hasil
pembelajaran hidup bertahun-tahun atau berbelas tahun? Bercanda,
lelucon dan guyonan itu penting beberapa waktu, namun tidak selalunya.
Kita seringkali bertanya dan menyesal di batin, 'Mengapa saya belajar
dan menimba ilmu bertahun-tahun namun di kesendirian saya, atau di
komunitas saya, atau di depan orang-orang, saya tidak tampak hasilnya?!
Apa ini karena kurang ikhlasnya saya selama mencari ilmu?! Apa ini
karena saya mencari ijasah, atau popularitas, atau semacamnya?!'
Minimal, kita harus memulai berbenah diri. Berusaha berubah perlahan.
Coba lihat umur kita berapa. 40? 30? 25? 20? Apa pernah kita mengaca
diri, ketika tahu umur kita 30 (misalnya), ternyata di komunitas kita
berbicara layaknya anak-anak 18 tahun?!
Apa pernah kita mengaca
diri, ketika tahu ilmu kita mencapai 40 buku, ternyata di komunitas
kita berbicara layaknya para pemula yang baru belajar 4 buku?!
Apa tidak malu kita berlarut-larut hidup, atau berlaru-larut menimba
ilmu, ternyata kita adalah 'wong tuo' atau 'asaatidzah' di depan umum,
namun di komunitas seumuran atau sederajat, kita ternyata adalah
'cah-cah cilik' atau 'thullab mubtadi'uun'?!
Kita lebih suka
menutup malu dari muka publik, namun tidak malu pada teman sendiri,
tidak malu pada diri sendiri, dan tidak malu pada....Dia Yang memberikan
kita umur panjang dan ilmu yang banyak.
3 MACAM TEMAN:
[1] Teman Kepentingan
[2] Teman Kesenangan
[3] Teman Keutamaan
Anda mau jadi teman semacam apa untuk teman Anda?
Teman Keutamaan?
Atau teman yang punya keutamaan namun keutamaan tersebut hanya digunakan untuk 'kepentingan' dan 'kesenangan'?
~ustadz Hasan Al-Jaizy~
silakan share semoga bermanfaat dan menginspirasi
serta menjadi renungan bagi sahabat yang lainnya.
https://www.facebook.com/kata2hikmah.new/posts/10151608906619355
Tidak ada komentar:
Posting Komentar